Kayanya aku harus melupakan tawaran jadi full time di tempat ini dengan berbagai iming2 fasilitasnya termasuk beasiswa nerusin sekolah ke luar. Iya, harus ditampik begitu saja, gara2 status baruku yang akan datang dengan sesama. Ngga papa sih, toh itu cuma masalah pengakuan secara official oleh institusi ini plus segala fasilitasnya. Namanya rejeki, bisa dicari di tempat lain. Ya toh? ya toh?