Banyak berita tentang gmn caranya menentukan jenis kelamin anak. Keluar berbagai teori, ada yang pake teori posisi pas bikin anak, ada yang pake teori bulan purnama dan asumsi macem-macem.

Yang terakhir lebih masuk akal. Katanya kita bisa menentukan kelamin anak berdasarkan waktu pembuahan, apakah segera pas ovulasi atau ngga. Kemungkinan keluarnya sperma yang bawa kromosom Y dan X kan 50%. Nah, dengan probabilitasnya yang sama, maka yang paling cepet membuahi yang menentukan jenis kelamin. Dan yang larinya paling cepet adalah sperma dengan kromosom Y, sbg penentu kelamin laki2.

Sehingga….. kalo mau punya anak cowo, pembuahannya harus pas ovulasi terjadi. Tapi ya itu, itu kan cuma teori. Ovulasi itu tepatnya kapan, kita juga susah memperkirakan. Kalau mau nyoba, ada kalkulator untuk ovulasi. Coba klik : Ovulation Calculator.

Bukan itu aja, ternyata setelah intercourse, sperma bisa bertahan di dalam rahim sekitar 2-3 hari. Jadi kalau mau bener2 pengen punya anak cowo, karena pembuahan harus terjadi ‘tepat waktu’, maka intercourse harus dilakukan sekitar 3 hari sebelum hari H si ovulasi. Tapi juga ngga bisa lebih dari 24 jam setelah ovulasi, karena sel telur cuma bertahan 24 jam setelah ovulasi. Ah puyeng.