Hampir semua menyuarakana dua kata itu “Peduli Lingkungan”. Tapi hanya beberapa yang merealisasikan, selebihnya cuma sekedar ucapan. Kaya ucapan belasungkawa “turut berduka cita” yang hanya di mulut, bukan dari hati.

Contohnya salah satu supermarket raksasa di mall PVJ (paris van java). Beberapa hari yang lalu ke sana, dan di depannya ada tulisan besar-besar : “********* Peduli Lingkungan, gunakan kardus untuk membawa barang*. Kurang lebih gitu deh kata2nya.

Tapi ketika kita bayar, ternyata sang kasir tetep ngeluarin kresek pastik. Bahkan dia ngejual kresek besar Rp 2000, berwarna hijau bergambar daun. Mungkin maksudnya peduli lingkungan. Tapi ya tetep aja itu kan plastik.

Jadi peduli lingkungan di sebelah mananya? Akh…cuma anjuran ternyata. Cape deh.